News

Presiden Mesir Peringatkan Eskalasi Konflik AS–Israel–Iran Ancam Terusan Suez

46
×

Presiden Mesir Peringatkan Eskalasi Konflik AS–Israel–Iran Ancam Terusan Suez

Sebarkan artikel ini
Presiden Mesir Peringatkan Eskalasi Konflik AS–Israel–Iran Ancam Terusan Suez
Presiden Mesir peringatkan eskalasi konflik AS–Israel–Iran ancam Terusan Suez. (AP/Planet Labs Inc).

Detak Tribe – Presiden Mesir, Abdel Fattah al-Sisi, mengingatkan bahwa eskalasi konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran berpotensi mengancam stabilitas Terusan Suez—jalur perdagangan maritim krusial yang menghubungkan Eropa dan Asia.

Dalam pidato yang disiarkan televisi pemerintah pada Minggu (01/02/2026) malam waktu setempat, Sisi menyoroti meningkatnya ketegangan di Selat Hormuz dan Laut Merah sebagai ancaman serius terhadap kelancaran navigasi dan perdagangan internasional. Ia menegaskan bahwa perkembangan situasi di kawasan tersebut harus menjadi perhatian bersama.

“Kami sangat waspada terhadap kelanjutan perang karena perkembangan di Selat Hormuz dan dampaknya pada navigasi di Terusan Suez,” ujar Sisi, seperti dikutip AFP, Selasa (03/03/2026).

Menurutnya, Mesir sudah merasakan dampak finansial yang signifikan akibat gangguan jalur pelayaran ini dalam dua tahun terakhir. Sisi sebelumnya mengungkapkan bahwa pendapatan Terusan Suez anjlok hingga 60 persen sepanjang 2024, dengan total kerugian mencapai sekitar US$7 miliar atau setara Rp117,9 triliun.

Penurunan tersebut dinilai memberi tekanan besar terhadap perekonomian nasional, mengingat kanal itu menjadi salah satu sumber devisa utama negara.

Situasi keamanan yang belum stabil membuat sejumlah perusahaan pelayaran global memilih menangguhkan operasionalnya di kawasan rawan. Beberapa raksasa logistik laut seperti Maersk, Hapag-Lloyd, CMA CGM, dan MSC menghentikan pelayaran melalui Selat Hormuz dan Selat Bab el-Mandeb guna menghindari risiko serangan militer.

Sebagai alternatif, banyak kapal kini memutar jalur lewat Tanjung Harapan di Afrika Selatan, langkah yang otomatis menambah durasi perjalanan serta biaya logistik.

Selat Hormuz sendiri merupakan jalur vital bagi distribusi minyak dunia, sementara Terusan Suez menjadi koridor utama perdagangan antara Eropa dan Asia. Gangguan berkepanjangan di dua titik strategis ini dikhawatirkan akan memperbesar ketidakpastian di pasar energi global sekaligus memperlambat arus perdagangan internasional.

Gangguan terhadap pelayaran sebenarnya telah terjadi sejak serangan kelompok Houthi di Laut Merah pada Oktober 2023. Meski dalam beberapa bulan terakhir situasi sempat menunjukkan perbaikan, eskalasi terbaru kembali memunculkan ancaman baru terhadap keamanan dan kelancaran salah satu jalur perdagangan terpenting di dunia tersebut.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news detaktribe.com.