UMKM

Program KURDA Resmi Meluncur di Sragen, Pelaku UMKM Kini Nikmati Kredit Tanpa Bunga

32
×

Program KURDA Resmi Meluncur di Sragen, Pelaku UMKM Kini Nikmati Kredit Tanpa Bunga

Sebarkan artikel ini
Program KURDA Resmi Meluncur di Sragen, Pelaku UMKM Kini Nikmati Kredit Tanpa Bunga
Pemkab Sragen resmi meluncurkan program KURDA, Selasa (19/05/2026). (ANTARA/HO-Kementerian UMKM).

Detak Tribe – Pemerintah Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, resmi meluncurkan program kredit khusus untuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) bernama Kredit Usaha Rakyat Daerah (KURDA). Program ini hadir dengan bunga nol persen, sehingga pelaku UMKM bisa mengakses pembiayaan tanpa harus menanggung beban bunga sama sekali.

Peresmian program KURDA dihadiri langsung oleh Menteri UMKM, Maman Abdurrahman, pada Selasa (19/05/2026). Dalam kesempatan itu, Maman tak segan-segan memuji langkah yang diambil Pemkab Sragen.

Menurutnya, inisiatif ini bukan sekadar program biasa, melainkan wujud nyata keberpihakan pemerintah daerah dalam mendorong inklusi keuangan sekaligus membantu pengentasan kemiskinan.

Maman menyebut skema tanpa bunga ini punya peran penting untuk menyentuh lapisan UMKM yang selama ini masih kesulitan mengakses layanan keuangan formal. “KURDA juga diharapkan menjadi instrumen penting untuk mendorong UMKM naik kelas,” ujarnya dalam keterangan pers.

Lebih jauh, Maman menegaskan bahwa program seperti KUR maupun KURDA bukan hanya soal pinjaman modal. Ada fungsi yang lebih besar di baliknya, yakni membuka peluang usaha baru, memperluas pasar, dan mendongkrak daya saing para pelaku UMKM di tengah persaingan yang makin ketat.

Sementara itu, capaian nasional penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) saat ini telah menyentuh angka Rp105,8 triliun kepada 1,69 juta debitur UMKM di seluruh Indonesia. Dari angka tersebut, 1,14 juta di antaranya merupakan debitur baru, sementara sekitar 511 ribu UMKM sudah berhasil naik kelas alias graduasi.

Di Jawa Tengah, penyaluran KUR mencatatkan angka Rp18,9 triliun untuk 348 ribu pelaku UMKM. Yang cukup menggembirakan, lebih dari separuhnya, tepatnya 57,1 persen, mengalir ke sektor produksi, bukan sekadar perdagangan.

Adapun di Kabupaten Sragen sendiri, KUR telah menyentuh angka Rp675 miliar dengan total 10.500 pelaku UMKM sebagai penerima manfaat. Proporsi ke sektor produksi pun terbilang sehat, yakni 53,7 persen dari total penyaluran.

Menutup arahannya, Maman mengajak seluruh pelaku UMKM di Sragen untuk tidak ragu memanfaatkan berbagai fasilitas yang sudah disiapkan pemerintah, baik lewat KUR, KURDA, maupun program pendukung lainnya.

Pemanfaatan tersebut bertujuan untuk memperkuat usaha, membuka pasar yang lebih luas, dan meningkatkan daya saing produk UMKM Indonesia di kancah yang lebih besar.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news detaktribe.com.