UMKM

Program Pertapreneur Aggregator Pertamina Dorong UMKM Lebih Mandiri

21
×

Program Pertapreneur Aggregator Pertamina Dorong UMKM Lebih Mandiri

Sebarkan artikel ini
Program Pertapreneur Aggregator Pertamina Dorong UMKM Lebih Mandiri
Program Pertapreneur Aggregator. (Instagram/@gen_umkm/tangkapan layar).

Detak Tribe – PT Pertamina terus mendorong perubahan pola pikir para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) melalui Program Pertapreneur Aggregator. Program pendampingan ini dirancang untuk membantu peserta membangun fondasi bisnis yang lebih kuat agar usaha bisa berkembang secara stabil dan berkelanjutan.

Manfaat program tersebut dirasakan langsung oleh Harumi Kartini, pemilik Harumi Fashion asal Jakarta. Berkat pendampingan Pertamina, Harumi mulai mengubah sistem pengelolaan usahanya yang sebelumnya sangat bergantung pada satu orang pemimpin.

“Dulu semua hal tergantung pada saya. Sekarang saya sadar, supaya bisnis bisa berkembang, tidak boleh bergantung hanya pada satu orang,” ujar Harumi.

Sebelum mengembangkan produk busana muslim dengan merek Harumi Fashion, Harumi lebih dulu merintis usaha di bidang jasa desain kemasan dan promosi digital. Kini, ia juga aktif membantu UMKM lain agar memiliki tampilan produk yang lebih menarik dan profesional.

“Saya memulai jasa desain ini karena banyak UMKM punya produk yang bagus, tapi visualnya kurang menarik. Padahal kemasan dan desain sangat penting untuk menarik minat konsumen,” kata Harumi.

Pertamina sendiri menilai penguatan struktur organisasi menjadi kunci agar UMKM mampu berjalan secara mandiri dan berkelanjutan. Langkah tersebut juga dinilai sejalan dengan visi perusahaan dalam memperkuat ekonomi kerakyatan yang adil dan berdaya saing.

“UMKM perlu dipersiapkan agar mampu tumbuh sebagai organisasi yang tangguh. Dengan sistem yang kuat, UMKM tidak hanya menciptakan nilai ekonomi, tetapi juga membuka lapangan kerja dan membangun ekosistem usaha yang kompetitif,” ujar Vice President Corporate Communication PT Pertamina, Muhammad Baron, Jumat (09/01/2026).

Melalui pembinaan tersebut, Harumi kini menerapkan standarisasi kerja serta pembagian tugas yang lebih jelas dalam operasional sehari-hari. Ia juga sudah berani menolak peluang usaha yang dinilai tidak sejalan dengan strategi jangka panjang perusahaannya.

“Bukan karena tidak mau berkembang, tetapi karena kami sudah tahu mana yang relevan dan mana yang hanya menjadi distraksi. Sekarang kami punya arah bisnis yang lebih jelas dan terukur,” tutur Harumi.

Program Pertapreneur Aggregator ini dinilai berhasil melahirkan pelaku usaha yang lebih matang, khususnya dalam hal pengelolaan organisasi dan strategi bisnis jangka panjang.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news detaktribe.com.