Bisnis

Purbaya Yudhi Sadewa Hidupkan Lagi Dana Stabilitas Obligasi untuk Jaga Rupiah

31
×

Purbaya Yudhi Sadewa Hidupkan Lagi Dana Stabilitas Obligasi untuk Jaga Rupiah

Sebarkan artikel ini
Purbaya Yudhi Sadewa Hidupkan Lagi Dana Stabilitas Obligasi untuk Jaga Rupiah
Purbaya berencana hidupkan kembali Dana Stabilitas Obligasi untuk jaga rupiah. (ANTARA/Imamatul Silfia).

Detak Tribe – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, berencana mengaktifkan kembali dana stabilisasi obligasi atau bond stabilization fund sebagai salah satu langkah untuk menstabilkan nilai tukar rupiah.

“Di pemerintah, saya punya bond stabilization fund sendiri yang ada beberapa pihak. Kita juga bisa mencukupi dengan dana sendiri untuk sementara,” ujar Purbaya, dikutip dari Antara, Rabu (06/05/2026).

Dana tersebut dirancang untuk menjaga kestabilan pasar obligasi atau surat utang, caranya dengan melakukan pembelian kembali (buyback) Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder yang dilepas oleh investor.

Langkah tersebut bertujuan agar imbal hasil (yield) SBN tetap terjaga, sehingga investor asing yang memegang surat utang tidak mengalami kerugian modal (capital loss).

Perlu dicatat, dana stabilisasi yang dimaksud Purbaya ini berbeda kerangkanya dengan bond stabilization framework (BSF) yang berada di bawah Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).

Purbaya menjelaskan bahwa dana ini sebenarnya sudah lama dimiliki Kementerian Keuangan, hanya saja selama ini tidak pernah digunakan sehingga praktis tidak aktif.

“Bukan hal yang baru, tetapi nggak pernah dijalani. Artinya, ada, tetapi mati. Saya mau hidupkan saja,” katanya.

Menkeu menargetkan pengaktifan kembali dana ini pada Kamis (07/05/2026), meskipun yield surat utang saat ini masih berada di bawah asumsi makro APBN 2026 yang dipatok di angka 6,7 persen. Namun, Purbaya mewaspadai tren kenaikan yang terus terjadi dalam beberapa bulan terakhir.

“Dalam beberapa bulan terakhir, dari Januari, yield-nya naik kencang. Waktu saya injeksi uang (ke perbankan), (imbal hasil) sempat 5,9 persen. (Tetapi) naik terus dari 6,1 persen, sekarang 6,7 persen,” jelasnya.

Soal sumber anggaran, Purbaya menyebut dana bisa ditarik dari berbagai pos, meski belum merinci pos mana yang akan digunakan. Rencana teknis buyback pun belum diungkapkan secara detail.

Yang pasti, kata dia, pihaknya akan terus berkoordinasi aktif dengan Bank Indonesia (BI) selaku otoritas yang bertanggung jawab atas stabilitas nilai tukar rupiah.

“Saya akan coba bantu rupiah dengan cara saya sendiri,” pungkas Purbaya Yudhi Sadewa.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news detaktribe.com.