Inspirasi

Raisa Premiera dan Perjalanan Panjang Menuntaskan Novel Nostalgia

49
×

Raisa Premiera dan Perjalanan Panjang Menuntaskan Novel Nostalgia

Sebarkan artikel ini
Raisa Premiera dan Perjalanan Panjang Menuntaskan Novel Nostalgia
Raisa Premiera, penulis Novel Nostalgia. (Dok. Detak Pustaka).

Detak Tribe – Bagi sebagian orang, masa awal pandemi COVID-19 pada 2020 adalah periode yang penuh keterbatasan. Namun, Raisa Premiera, masa itu justru menjadi kesempatan untuk menuntaskan sebuah cerita.

Ibu rumah tangga dengan dua anak yang tinggal di Jakarta itu berhasil menerbitkan novel pertamanya, Nostalgia, melalui Detak Pustaka. Raisa menulis Nostalgia selama kurang lebih satu tahun.

Ia memulainya saat pandemi COVID-19 merebak pada 2020. Kala itu, Raisa lebih sering berada di rumah dan kebetulan sedang memiliki ide cerita. Kombinasi itu membuatnya banyak menghabiskan waktu untuk menulis.

Karena sedang lockdown, ia mengaku tidak mengalami kesulitan berarti dalam membagi waktu antara kesibukan sehari-hari dan proses menulis. Satu-satunya tantangan yang ia rasakan adalah ketika ide cerita buntu.

Kisah Mantan Kekasih yang Bertemu Kembali

Nostalgia bercerita tentang dua orang mantan kekasih yang pernah berkuliah bersama di Kanada. Keduanya kembali bertemu setelah sama-sama bekerja di sebuah kantor di Jakarta. Menurut Raisa, inspirasi utama cerita ini datang dari imajinasinya sendiri. Ia merasa cerita seperti ini akan terasa lucu dan menarik.

Meski begitu, ada sedikit unsur pengalaman pribadi yang ia selipkan, terutama pada latar kehidupan di Kanada dan suasana perkantoran di Jakarta. Latar belakang Raisa Premiera yang memang pernah tinggal di Kanada dan pernah bekerja kantoran di Jakarta jadi modal utama menulis cerita itu.

Menjemput Ide dari Banyak Sumber

Sebagai penulis, Raisa juga pernah mengalami sedikit hambatan, salah satunya adalah kebuntuan ide. Terkait hal ini, Raisa punya pandangan yang realistis. Menurutnya, ide tidak bisa dipaksakan, dan terkadang ia memang harus menunggu sampai ide baru datang.

Namun, ada beberapa kebiasaan yang cukup membantunya, yaitu banyak membaca buku, menonton film, dan mengobrol dengan orang lain. Dari ketiga hal itu, Raisa terkadang bisa menemukan inspirasi baru.

Bagian Perpisahan yang Menguras Emosi

Ada satu bagian dari seluruh isi novelnya yang paling ia sukai. Menurut Raisa, bagian yang paling berkesan adalah cerita soal perpisahan. Bagian ini merupakan salah satu klimaks cerita. Alasan mengapa Raisa menyukai bagian tersebut adalah karena cukup menguras emosinya saat ia menuliskannya.

“Ini karena lumayan menguras emosi ketika menulisnya,” ungkapnya.

Alasan Memilih Detak Pustaka

Terkait pemilihan penerbit, Raisa mengungkapkan alasan memilih Detak Pustaka. Saat itu, ia yang hendak menerbitkan novelnya mencari penerbit yang dapat membantunya mendapatkan ISBN. Pilihan akhirnya jatuh pada Detak Pustaka. Ia mengatakan komunikasi dan proses kerja sama dengan penerbit berjalan sangat lancar.

“Alhamdulillah komunikasi serta proses kerja sama dengan Detak Pustaka sangat lancar,” katanya.

Ada Ide Cerita Baru

Soal perjalanan kepenulisan ke depan, Raisa Premiera mengungkapkan bahwa setelah Nostalgia, ia masih ingin menulis buku lain. Ia sudah memiliki ide untuk cerita baru, tetapi belum sempat memulainya karena sedang mengerjakan proyek lain. Raisa berharap bisa mulai fokus menulis cerita tersebut jika waktunya sudah tersedia.

“Mungkin kalau sudah ada waktu, bisa mulai fokus buat mulai menulis cerita baru,” pungkasnya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news detaktribe.com.