Budaya

Revitalisasi Museum Terus Didorong, Fadli Zon Minta Kepala Daerah Maksimalkan DAK

44
×

Revitalisasi Museum Terus Didorong, Fadli Zon Minta Kepala Daerah Maksimalkan DAK

Sebarkan artikel ini
Revitalisasi Museum Terus Didorong, Fadli Zon Minta Kepala Daerah Maksimalkan DAK
Istana Maimun, Kota Medan. (ANTARA/HO).

Detak Tribe – Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, mengatakan bahwa pada tahun ini Kementerian Kebudayaan akan melakukan revitalisasi hampir 200 museum dan cagar budaya di berbagai wilayah Indonesia.

“Ini sudah kita breakdown, ada sekitar hampir 200 yang tahun ini akan kita revitalisasi. Yang mulai dari museum, keraton yang besar-besar itu seperti Istana Maimun, Keraton Solo, dan sejumlah keraton lagi di Kalimantan, Sulawesi,” kata Fadli dalam bincang santai yang digelar di Jakarta, Rabu (05/08/2026).

Menurut Fadli, museum-museum di tingkat provinsi menjadi salah satu fokus perhatian pemerintah, terutama terkait penataan ruang pamer atau tata pamer yang dinilai masih perlu ditingkatkan.

“Karena banyak di museum provinsi saya lihat artefaknya bagus, tapi tata pamernya kurang,” ujarnya.

Ia menilai revitalisasi tersebut penting dilakukan agar citra museum menjadi lebih menarik bagi generasi muda. Dengan demikian, museum dapat berfungsi sebagai sarana edukasi modern yang nyaman, menarik, sekaligus menjadi pusat pelestarian budaya dan sejarah yang lebih optimal melalui tata pamer yang baik.

Dalam kesempatan itu, Fadli juga mengapresiasi salah satu kepala daerah, yakni Gubernur Sulawesi Utara, yang dinilainya memiliki perhatian besar terhadap revitalisasi museum provinsi.

“Saya harus catat misalnya gubernur Sulawesi Utara itu luar biasa mengalokasikan anggaran APBD-nya untuk revitalisasi museum provinsi Sulawesi Utara. Rp15 miliar kalau tidak salah, dan sekarang jadi bagus dan pengunjungnya juga luar biasa,” katanya lagi.

Meski begitu, ia menilai masih banyak gubernur di daerah lain yang belum memberikan perhatian yang cukup terhadap museum provinsi maupun taman budaya yang sebenarnya dapat dimanfaatkan sebagai sarana edukasi sekaligus destinasi wisata berbasis budaya dan sejarah.

“Padahal museum provinsi dan taman budaya ini mendapat dana alokasi khusus dari pemerintahan kebudayaan. Nilainya Rp1 sampai Rp3 miliar (per tahun),” katanya.

Oleh karena itu, Fadli berharap para kepala daerah di seluruh Indonesia dapat meningkatkan pemahaman serta memanfaatkan Dana Alokasi Khusus (DAK) tersebut untuk merevitalisasi museum provinsi maupun taman budaya.

“Kadang-kadang dianggarkan yang bisa dapat laporan, tetapi setelah dianggarkan anggarannya dibelokkan untuk keperluan yang lain. Jadi, bukan untuk keperluan kebijakan museum itu atau taman budaya itu,” pungkasnya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news detaktribe.com.