Detak Tribe – Tidak banyak orang yang berani mengambil langkah dari sekadar menulis artikel menjadi menerbitkan buku. Rizky Akbar adalah salah satu yang melakukannya, dan perjalanannya ia mulai dari membuka Google Trends.
Pria yang kini bekerja secara remote di mybest, Inc.—platform rekomendasi produk berbasis di Jepang yang sudah beroperasi di sejumlah negara termasuk Indonesia—ini mengaku naskah bukunya ia selesaikan jauh sebelum bergabung dengan perusahaan tersebut.
Kala itu, aktivitasnya terbilang padat, menulis artikel bertema lifestyle di IDN Times sekaligus membantu usaha keluarga. Di tengah kesibukan itu, ia iseng membuka Google Trends dan menemukan sesuatu yang menarik perhatiannya.
Tren olahraga di Indonesia sedang naik. Dan bukan hanya di data, Rizky menyaksikan langsung bagaimana animo masyarakat terhadap olahraga semakin tinggi di Surabaya, kota tempat ia tinggal. Dari pengamatan itulah ia memutuskan untuk menulis buku yang relevan dengan tren sekaligus memiliki nilai jual.
Menulis Bersama Sahabat
Rizky tidak mengerjakan buku ini seorang diri. Ia mengajak sahabatnya, Sendy Bramatya, S.Ked., lulusan kesehatan tradisional yang berlatar belakang ilmiah, untuk ikut menulis bersama.
Hasilnya adalah buku berjudul 4 Jurus Olahraga Ampuh. Buku tersebut berisi panduan olahraga sekaligus tips menurunkan berat badan yang, menurut Rizky, hadir dengan sudut pandang berbeda daripada buku-buku serupa yang sudah ada.
Proses penulisan memakan waktu sekitar tiga hingga empat bulan. Karena saat itu tidak ada tekanan jadwal pekerjaan tetap, Rizky bisa mencuri waktu di sore hingga malam hari untuk fokus menulis. Meski begitu, prosesnya bukan tanpa hambatan.
Tantangan terbesar datang dari tahap riset. Meski Sendy hadir sebagai mitra yang memahami bidang kesehatan, setiap klaim dalam naskah tetap harus didukung oleh sumber yang kredibel dan dapat dipertanggungjawabkan. Proses memilah dan memverifikasi referensi itulah yang paling menyita waktu dan menuntut ketelitian ekstra.
Pertimbangan Memilih Penerbit
Selesai menulis, Rizky tidak langsung menyerahkan naskah ke sembarang penerbit. Ia terlebih dahulu mengumpulkan beberapa pilihan, lalu membandingkan layanan dan harga dari masing-masing. Detak Pustaka akhirnya menjadi pilihannya.
Ada beberapa pertimbangan konkret di balik keputusan itu. Pertama, Detak Pustaka menerima pesanan cetak mulai dari 15 eksemplar. Angka ini lebih fleksibel daripada banyak penerbit lain yang mematok minimal 25 eksemplar.
Bagi Rizky yang baru pertama kali menerbitkan buku, jumlah itu sudah sangat ideal untuk memulai. Selain itu, layanan ISBN yang Detak Pustaka tawarkan pun hadir dengan harga yang lebih terjangkau.
Harapan di Balik Tulisan
Kini bukunya sudah terbit dan mulai terjual beberapa eksemplar fisik, bahkan juga dalam versi e-book. Namun, bagi Rizky Akbar, angka penjualan bukan satu-satunya yang ia kejar.
Ia berharap pembaca tidak berhenti setelah menutup halaman terakhir, melainkan benar-benar mencoba menerapkan isi buku dalam keseharian mereka. “Saya menulisnya dengan hati, bukan sekadar tulisan,” katanya. Tujuannya adalah ingin pembaca bisa hidup lebih sehat dan bahagia.
Untuk mendukung itu, Rizky bahkan menyiapkan strategi tersendiri. Sebelum buku dijual, ia sudah merancang pendekatan pemasaran melalui media sosial dengan penawaran konsultasi gratis bagi setiap pembeli. Baginya, ini bukan sekadar strategi, tetapi cara agar hubungannya dengan pembaca tidak berhenti begitu transaksi selesai.
Ke depan, Rizky juga berencana membangun blog pribadi sebagai ruang untuk terus menulis dan berbagi. Pengalamannya di IDN Times ia akui memberinya bekal yang berharga soal cara menulis yang baik dan sesuai kaidah jurnalistik. Bekal itulah yang akan ia bawa ke babak berikutnya.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news detaktribe.com.











