News

Selat Hormuz Kembali Dibuka, PIS Fokus Evakuasi Aman Kapal Pertamina

21
×

Selat Hormuz Kembali Dibuka, PIS Fokus Evakuasi Aman Kapal Pertamina

Sebarkan artikel ini
Selat Hormuz Kembali Dibuka, PIS Fokus Evakuasi Aman Kapal Pertamina
Kapal Gamsunoro, kapal minyak Indonesia. (Dok. Pertamina).

Detak Tribe – PT Pertamina International Shipping (PIS) kini tengah bergerak menyiapkan rencana pelayaran untuk dua kapalnya yang sempat tertahan akibat blokade Selat Hormuz, setelah jalur perdagangan vital itu dinyatakan kembali terbuka.

Dua kapal milik Pertamina, yakni Pertamina Pride dan Gamsunoro, menjadi perhatian utama perusahaan saat ini. PIS menyatakan pihaknya siaga penuh dengan melakukan pemantauan intensif sekaligus menyusun perencanaan pelayaran yang matang agar kedua kapal tersebut bisa melintas dengan aman.

“Strategi yang disiapkan meliputi penyusunan rute, identifikasi risiko, navigasi elektronik, serta penyiapan rencana kontijensi,” demikian keterangan resmi PIS yang disampaikan pada Sabtu (18/04/2026).

Tak hanya itu, PIS juga mengungkapkan bahwa pihaknya aktif berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait. Salah satunya adalah Kementerian Luar Negeri, yang disebutkan sangat membantu dalam menjalin komunikasi diplomatik dengan otoritas setempat.

Koordinasi juga dilakukan bersama perusahaan asuransi, ship management, pemilik kargo, dan otoritas lokal guna memastikan seluruh prosedur perizinan dapat dipenuhi dengan baik.

“Prioritas perusahaan tetap pada keselamatan awak kapal, serta keamanan kapal dan seluruh muatannya,” ujar PIS.

Langkah ini menyusul pernyataan bersama yang datang dari dua pihak yang selama ini berseberangan. Pemerintah Iran dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump sama-sama mengonfirmasi pada Jumat (17/04/2026) bahwa Selat Hormuz kini sudah terbuka kembali bagi kapal-kapal komersial.

Pengumuman dibukanya Selat Hormuz itu muncul di tengah berlakunya gencatan senjata antara Israel dan Lebanon yang mulai efektif sehari sebelumnya. Pernyataan tersebut juga memicu sikap optimisme di kalangan pasar maupun komunitas internasional.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan bahwa jalur tersebut telah sepenuhnya terbuka dan akan tetap demikian selama sisa periode gencatan senjata Israel dan Lebanon yang berlangsung selama 10 hari.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news detaktribe.com.