Inspirasi

Shaina Afiqa Arcelia Buktikan Bakat Menulisnya dengan Menjadi Juara 1 Nulis Quotes

63
×

Shaina Afiqa Arcelia Buktikan Bakat Menulisnya dengan Menjadi Juara 1 Nulis Quotes

Sebarkan artikel ini
Shaina Afiqa Arcelia Buktikan Bakat Menulisnya dengan Menjadi Juara 1 Nulis Quotes
Shaina Afiqa Arcelia, Juara 1 Lomba Menulis Surat Batch 16 Vol. 2 Nulis Quotes. (Dok. narasumber).

Detak Tribe – Usianya baru menginjak kelas 8 SMP, tetapi prestasi yang Shaina Afiqa Arcelia torehkan sudah melampaui banyak orang seusianya. Siswi SMP Negeri 12 Batam ini berhasil meraih Juara 1 Lomba Menulis Surat Batch 16 Vol. 2 yang diselenggarakan oleh Nulis Quotes dengan judul buku antologi Sepucuk Rindu Untukmu.

Di luar kesibukannya sebagai pelajar, Shaina memang bukan orang baru di dunia kepenulisan. Kecintaannya pada kegiatan ini sudah tumbuh sejak ia duduk di bangku kelas 4 SD. Kini, selain aktif bersekolah, ia mengisi waktu luangnya dengan menggambar dan menggarap sebuah proyek novel karya sendiri yang sedang dalam proses penulisan.

Berani Mencoba

Keikutsertaan Shaina dalam lomba Nulis Quotes sesungguhnya bermula dari niat yang sederhana. Ia hanya ingin mencoba peruntungan dalam kompetisi menulis, tanpa ekspektasi besar. Namun, hasilnya jauh melampaui dugaannya, karena ia langsung keluar sebagai juara pertama di lomba perdananya.

“Itu menjadi momen paling mengharukan sekaligus membanggakan bagi saya,” ungkapnya.

Inspirasi dari Luka yang Nyata

Adapun yang membuat karya Shaina Afiqa Arcelia begitu kuat adalah sumbernya. Ia mengaku, inspirasi surat tersebut datang dari pengalaman pribadi.

Surat yang ia tulis mengisahkan tentang seorang sahabat dekat yang perlahan menjauh tanpa alasan yang jelas, hingga hubungan keduanya berubah menjadi keterasingan.

Dua jiwa yang dulunya saling mengenal kini bahkan terasa canggung untuk sekadar menyapa. Kejujuran emosional itulah yang tampaknya menjadi kekuatan tersendiri dalam tulisannya.

Dua Hari, Satu Karya

Proses penulisan surat tersebut memakan waktu sekitar dua hari, dari tanggal 8 hingga 10 Mei. Shaina mengakui bahwa awalnya ia berharap bisa menyelesaikannya dalam sehari, namun tugas-tugas sekolah membuat prosesnya sedikit terganggu.

Dalam perjalanan menulis, ia juga menghadapi sejumlah hambatan, terutama soal pemilihan diksi yang tepat dan sesekali kehilangan inspirasi. Untuk mengatasinya, ia mencari referensi pilihan kata melalui Google dan memberi dirinya jeda istirahat agar ide bisa kembali mengalir.

Menariknya, proses penulisan itu berlangsung di tengah hari libur sekolah. Shaina sudah terbiasa membagi waktunya secara terstruktur. Ia mengerjakan tugas pelajaran di pagi hari mulai pukul 08.00, lalu beralih ke karya tulisnya sejak pukul 11.00 siang.

Dukungan dan Rencana ke Depan

Pencapaian Shaina Afiqa Arcelia disambut hangat oleh orang-orang di sekitarnya. Rasa bangga dan bahagia menjadi respons yang ia terima dari lingkungan terdekatnya.

Ke depan, Shaina tidak berencana berhenti di surat. Ia tengah fokus menyelesaikan proyek novelnya sendiri. Ini adalah langkah yang menunjukkan bahwa ambisinya dalam dunia kepenulisan terus berkembang. Menutup perbincangan, Shania menitipkan pesan serta ungkapan terima kasih untuk Nulis Quotes.

“Terima kasih sudah menyediakan wadah kreatif yang luar biasa bagi para penulis muda. Semoga ke depannya Nulis Quotes bisa terus sukses dan melahirkan lebih banyak penulis hebat. Muda bukan alasan untuk biasa saja. Lewat aksara dan karya, kita bisa menjadi luar biasa,” pungkasnya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news detaktribe.com.