Detak Tribe – PT Produksi Film Negara (Persero) atau PFN tengah menyiapkan jaringan bioskop milik BUMN bernama Sinewara. Kehadiran Sinewara nantinya akan menambah pemain dalam industri bioskop nasional yang selama ini masih didominasi operator swasta, seperti Cinema XXI dan CGV Cinemas.
Direktur Utama PFN, Riefian Fajarsyah, menargetkan Sinewara dapat resmi diluncurkan pada 2027. Untuk mendukung rencana ekspansi tersebut, PFN juga telah melakukan komunikasi secara intensif dengan sejumlah pemerintah daerah.
Rencana strategis pengembangan Sinewara sebelumnya telah disampaikan dalam rapat kerja bersama Komisi VII DPR RI pada pertengahan Februari 2026. Pengembangan jaringan bioskop milik negara ini salah satunya dilatarbelakangi oleh belum meratanya sebaran fasilitas layar lebar di Indonesia.
Berdasarkan data PFN, saat ini Indonesia baru memiliki sekitar 505 bioskop dengan total 2.401 layar. Namun, persebarannya masih terkonsentrasi di sejumlah wilayah. Sekitar 70 persen bioskop berada di Pulau Jawa, 15 persen di Sumatra, sementara Kalimantan baru menyumbang sekitar 5 persen.
Sebagai langkah awal, PFN akan membangun proyek percontohan Sinewara di area kantor pusat PFN yang berada di kawasan Otista, Jakarta. Fasilitas tersebut akan digunakan untuk menguji konsep dan operasional Sinewara sebelum nantinya dikembangkan dan direplikasi ke berbagai daerah di Indonesia.
Rencana kehadiran bioskop BUMN ini dinilai dapat membuka peluang baru untuk memperkuat ekosistem perfilman nasional. Namun, model bisnis yang diterapkan tetap perlu memiliki nilai tambah agar jaringan bioskop ini mampu bertahan di tengah persaingan industri hiburan yang cukup ketat.
Praktisi Ekonomi Kreatif (Ekraf), Harry Waluyo, menilai Sinewara akan lebih tepat jika diarahkan sebagai ruang pembinaan, bukan semata-mata untuk bersaing secara langsung dengan bioskop komersial.
Menurutnya, Sinewara dapat menjadi wadah bagi para sineas untuk melakukan testing the water atau menguji respons penonton terhadap karya mereka, terutama di tingkat lokal.
Dengan mekanisme tersebut, film-film lokal dapat lebih dulu dimatangkan sekaligus diperkuat daya saingnya. Penayangan melalui Sinewara diharapkan bisa menjadi batu loncatan bagi para pembuat film sebelum membawa karya mereka ke pasar yang lebih luas, baik nasional maupun internasional.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news detaktribe.com.











