Inspirasi

Sri Rahayu dan Perjalanan Tak Terduga Menuju Juara 1 Lomba Puisi Halo Penyair

98
×

Sri Rahayu dan Perjalanan Tak Terduga Menuju Juara 1 Lomba Puisi Halo Penyair

Sebarkan artikel ini
Sri Rahayu dan Perjalanan Tak Terduga Menuju Juara 1 Lomba Puisi Halo Penyair
Sri Rahayu, Juara 1 Lomba Puisi Halo Penyair. (Detak Tribe/Mariana).

Detak Tribe – Sri Rahayu, mahasiswi semester 5 jurusan sastra dari salah satu universitas di Sumedang, berhasil meraih juara 1 dalam event menulis puisi Halo Penyair. Penulis muda yang baru berusia 20 tahun itu mengaku bahwa pencapaian ini terasa begitu istimewa.

Hal itu karena sedari awal ia tidak memasang ekspektasi tinggi untuk menyandang gelar juara. Keikutsertaannya pun bermula dari dorongan yang cukup sederhana, yakni tugas kuliah.

“Awalnya ikut karena tugas, dan sekadar ingin mencoba juga,” ungkapnya.

Bagi Rahayu, event ini merupakan pengalaman pertamanya di ajang berskala nasional. Sebelumnya, ia hanya pernah mengikuti event-event dengan lingkup yang lebih kecil, sehingga wajar jika pengumuman kemenangannya terasa di luar dugaan.

Berawal dari Kegemaran Membaca

Satu hal yang menarik dari sosok Rahayu adalah ia justru lebih sering menghabiskan waktu sebagai pembaca daripada penulis, termasuk dalam hal puisi.

Menulis, baginya, selama ini lebih banyak ia lakukan untuk keperluan tertentu bukan kebiasaan sehari-hari. Karena itulah, proses mengerjakan puisi untuk event ini tidak sepenuhnya mudah.

Tantangan terbesar datang dari tema yang Halo Penyair usung, yaitu rindu. Saat itu, ia merasa tidak sedang dalam kondisi yang dekat dengan perasaan tersebut. Untuk mengatasinya, Rahayu memilih mendengarkan lagu-lagu bertema rindu sebagai cara memancing emosi yang tersebut.

“Supaya dapat ‘nyawa’ puisinya,” katanya. Pendekatan itu ternyata cukup membantu proses kreatifnya hingga puisi tersebut selesai dan siap ia kirim ke perlombaan.

Tips Sederhana yang Jadi Kunci

Saat ditanya soal tips menulis, Rahayu tidak memberikan jawaban yang muluk. Ia menyarankan untuk banyak membaca puisi sebagai cara membangun kepekaan terhadap diksi yang estetis dan tidak terlalu harfiah. Selain itu, ia menekankan pentingnya tetap mencoba menulis meski belum merasa siap sepenuhnya.

Pengalamannya sendiri menjadi contoh konkret dari prinsip itu. Kebingungan di awal tidak ia jadikan alasan untuk berhenti, melainkan justru ia siasati dengan mencari cara lain agar tulisannya tetap punya rasa.

Puisi yang Baik di Matanya

Sebagai mahasiswi sastra, Rahayu punya cara pandang tersendiri dalam menilai sebuah puisi. Menurutnya, puisi yang baik adalah yang mampu menghadirkan estetika bahasa, sekaligus kekuatan emosi secara seimbang.

Menurutnya, diksi yang dipilih harus bisa menyentuh pembaca, bukan sekadar terdengar indah. Yang tak kalah penting, puisi perlu memberi ruang bagi pembaca untuk ikut merasakan dan menafsirkan sendiri maknanya, tanpa harus menyampaikan segalanya secara langsung.

Tertarik untuk Terus Menulis

Kemenangan ini rupanya membuka sesuatu dalam diri Rahayu. Ia mengaku mulai merasakan ketertarikan untuk mengikuti event-event menulis lainnya ke depan. “Ternyata seru,” katanya singkat, namun cukup menggambarkan perubahan perspektifnya setelah pengalaman ini.

Kepada Halo Penyair, Sri Rahayu menyampaikan bahwa platform ini terasa menjadi ruang yang suportif, terutama bagi penulis yang baru ingin mencoba. Lewat event ini, ia belajar bahwa kreativitas bisa datang dari mana saja, termasuk dari tugas kuliah dan bantuan musik.

Adapun untuk dunia sastra Indonesia secara lebih luas, Sri Rahayu menyampaikan harapannya. Ia berharap bahwa sastra bisa semakin mudah dijangkau oleh semua kalangan dan tidak lagi dianggap sesuatu yang berat.

Ia juga berharap semakin banyak ruang kreatif yang memungkinkan penulis bereksperimen dengan berbagai gaya, termasuk memadukan unsur tradisional dengan pendekatan yang lebih modern.

Pada akhirnya, ia ingin apresiasi terhadap karya sastra lokal terus tumbuh, sehingga sastra bisa benar-benar menjadi bagian dari identitas dan ekspresi masyarakat Indonesia.

“Harapannya semoga sastra di Indonesia bisa semakin dekat dengan semua kalangan,” pungkasnya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news detaktribe.com.