Budaya

Tangerang Ngebesan 2026, 106 Pasangan Nikah Massal Semarakkan HUT ke-33 Kota Tangerang

54
×

Tangerang Ngebesan 2026, 106 Pasangan Nikah Massal Semarakkan HUT ke-33 Kota Tangerang

Sebarkan artikel ini
Tangerang Ngebesan 2026, 106 Pasangan Nikah Massal Semarakkan HUT ke-33 Kota Tangerang
Tangerang Ngebesan 2026. (Dok. istimewa).

Detak Tribe – Perayaan Hari Jadi ke-33 Kota Tangerang berlangsung semarak dengan balutan nuansa adat yang kental. Salah satu rangkaian acara yang mencuri perhatian adalah Tangerang Ngebesan 2026, sebuah resepsi pernikahan massal yang menjadikan tradisi Betawi sebagai ruh utama perayaan.

Kegiatan ini bukan sekadar seremoni pernikahan bersama. Lebih dari itu, Tangerang Ngebesan menjadi ruang terbuka untuk menampilkan dan melestarikan budaya lokal secara utuh di tengah masyarakat.

Sebanyak 106 pasangan pengantin ambil bagian dalam prosesi yang digelar di Plaza Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Kamis, 12 Februari 2026. Dari jumlah tersebut, 97 pasangan beragama Islam dan 9 pasangan nonmuslim.

Wali Kota Tangerang, Sachrudin, menegaskan bahwa acara ini memiliki makna lebih dalam daripada sekadar pesta pernikahan massal.

“Tangerang Ngebesan ini bukan sekadar resepsi, tetapi wujud kebersamaan dan identitas budaya kita. Kota Tangerang milik semua, dan kebahagiaan hari ini adalah kebahagiaan bersama,” ujar Sachrudin, dikutip dari metrotvnews.com, Jumat, 13 Februari 2026.

Sejak awal prosesi, tradisi Betawi ditampilkan secara dominan melalui rangkaian Palang Pintu. Tradisi khas ini menghadirkan adu pantun yang jenaka, atraksi silat para jawara, hingga simbol penyambutan yang sarat makna penghormatan kepada keluarga mempelai.

Nuansa budaya juga terasa lewat busana adat yang dikenakan para pengantin, dekorasi bernuansa etnik, serta tata prosesi tradisional yang memperkuat karakter Betawi dalam perayaan tersebut.

Seluruh pasangan yang mengikuti resepsi massal ini sebelumnya telah menjalani sidang isbat nikah maupun pencatatan perkawinan resmi sesuai ketentuan.

Melalui fasilitasi resepsi massal tersebut, Pemerintah Kota Tangerang tidak hanya memberikan ruang bagi pasangan untuk merayakan hari bahagia mereka, tetapi juga menghadirkan pengalaman pernikahan yang berakar kuat pada tradisi dan simbol budaya.

Kesan mendalam juga dirasakan para peserta. Owen dan Mishel, pasangan penganut Konghucu yang turut serta dalam Tangerang Ngebesan 2026, mengaku bangga dan terharu bisa menjadi bagian dari perayaan tersebut.

“Kami merasa bangga dan terharu bisa ikut dalam perayaan ini. Selain meriah, kami juga merasakan kebersamaan yang luar biasa. Semoga Kota Tangerang semakin maju dan harmonis. Terima kasih Pemkot Tangerang yang udah ngadain acara ini,” ungkap Owen.

Tangerang Ngebesan 2026 membuktikan bahwa perayaan hari jadi kota dapat menjadi medium pewarisan tradisi yang efektif. Dalam satu panggung, adat, kebersamaan, dan keberagaman dirangkai harmonis, menegaskan bahwa kemajuan daerah dapat berjalan seiring dengan pelestarian budaya lokal.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news detaktribe.com.