Pendidikan

Telkom dan Google Dorong Transformasi Digital Pendidikan di Yogyakarta Lewat Pemanfaatan AI

72
×

Telkom dan Google Dorong Transformasi Digital Pendidikan di Yogyakarta Lewat Pemanfaatan AI

Sebarkan artikel ini
Telkom dan Google Dorong Transformasi Digital Pendidikan di Yogyakarta Lewat Pemanfaatan AI
General Manager Telkom Witel Yogyakarta Jateng Selatan, Agus Faisal. (Dok. Telkom).

Detak Tribe – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk berkolaborasi dengan Google Indonesia menggelar rangkaian kegiatan edukasi bertajuk Shaping the Future of Learning: Educational Innovation Strategies in the Digital Era. Acara ini berlangsung selama dua hari, pada 27–28 Januari 2026, bertempat di Aula Kantor Telkom Witel Yogya Jateng Selatan, Yogyakarta.

Kegiatan tersebut digelar sebagai upaya memperkenalkan solusi komprehensif Telkom Solution kepada sektor pendidikan di Yogyakarta. Solusi yang ditawarkan mencakup infrastruktur konektivitas, pemanfaatan Google Workspace for Education, hingga penerapan Artificial Intelligence (AI) untuk meningkatkan produktivitas dan efektivitas proses pengajaran.

Inisiatif ini juga sejalan dengan peluncuran Telkom AI Center of Excellence (AI CoE) yang mengusung empat pilar strategis, yakni AI Campus, AI Playground, AI Connect, dan AI Hub. Keempat pilar tersebut diharapkan menjadi motor penggerak digitalisasi nasional sekaligus mendorong pemberdayaan talenta lokal.

General Manager Telkom Witel Yogya Jateng Selatan, Agus Faisal, menegaskan bahwa peran Telkom di era digital kini telah berkembang. Ia menyebut Telkom tidak lagi hanya berfokus sebagai penyedia layanan konektivitas internet semata.

Menurut Agus Faisal, melalui sinergi bersama TelkomGroup dan Google, Telkom kini hadir sebagai digital transformation enabler yang menyediakan solusi end-to-end. Layanan tersebut mencakup penyediaan infrastruktur jaringan, perangkat pembelajaran digital, hingga integrasi ekosistem Google for Education dan teknologi AI.

“Kami berharap kolaborasi ini dapat menjadi wadah strategis untuk menyelaraskan visi institusi pendidikan dengan tren teknologi global, sehingga kita tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga inovator,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa, 3 Februari 2026.

Selain pemaparan solusi, acara ini juga menghadirkan sesi berbagi wawasan yang diisi oleh para praktisi pendidikan yang telah berhasil mengimplementasikan transformasi digital di institusinya masing-masing.

Pada sesi pendidikan tinggi, Direktur Sistem Informasi Universitas Islam Indonesia (UII), Mukhammad Andri Setiawan, memaparkan pengalaman UII dalam memanfaatkan ekosistem Google untuk meningkatkan efisiensi dan kolaborasi di lingkungan kampus.

Ia menekankan bahwa adopsi teknologi seperti Google Workspace bukan sekadar penggunaan alat digital, melainkan bagian dari upaya membangun budaya kerja dan pembelajaran yang lebih produktif serta terintegrasi.

“Hal ini sejalan dengan visi Telkom dalam mendukung pengembangan Smart Campus melalui solusi Gemini Enterprise dan Gemini AI Pro,” jelasnya.

Sementara itu, pada sesi pendidikan dasar dan menengah (K-12), Febriandrini Kumala, dari SMP Lazuardi Al-Falah GCS Klaten hadir sebagai pembicara utama. Ia membagikan kisah sukses SMP Lazuardi Klaten dalam memanfaatkan ekosistem Google for Education melalui program Google Reference School yang dijadikan sebagai standar emas pendidikan.

Menurut Febriandrini, penerapan teknologi di ruang kelas mampu membuat materi pembelajaran menjadi lebih personal dan kreatif. “Dengan pendekatan ini, siswa menjadi lebih siap menghadapi tantangan masa depan,” ungkapnya dalam sesi bertema Beyond the Limits: Achieving Global Excellence.

Melalui rangkaian kegiatan edukasi ini, TelkomGroup berharap dapat mempercepat adopsi teknologi digital di lingkungan sekolah dan perguruan tinggi di Yogyakarta, sekaligus mendukung terciptanya ekosistem pendidikan yang adaptif, inklusif, dan berbasis kecerdasan buatan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news detaktribe.com.