BisnisNews

Tiga Lokasi Produksi Gas N2O Ilegal Digerebek, Ribuan Tabung Whippink Disita Polisi

55
×

Tiga Lokasi Produksi Gas N2O Ilegal Digerebek, Ribuan Tabung Whippink Disita Polisi

Sebarkan artikel ini
Tiga Lokasi Produksi Gas N2O Ilegal Digerebek, Ribuan Tabung Whippink Disita Polisi
Bareskrim Polri gerebek tiga lokasi produksi gas N2O ilegal. (Dok. istimewa).

Detak Tribe – Sebuah rumah produksi dan jaringan peredaran gas Nitrous Oxide (N2O) ilegal dengan merek Whippink yang berlokasi di Jakarta digerebek Badan Reserse Kriminal Polri (Bareskrim Polri).

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso, menyebutkan total ada tiga rumah produksi yang digrebek. Penggerebekan itu berlangsung pada Senin dan Selasa (13–14 April 2026), tepatnya di wilayah Jakarta Pusat, Timur, dan Utara.

Brigjen Eko menegaskan bahwa ketiga rumah produksi Whippink itu adalah milik Andi Hioe, Sencen, dan Jason Hioe, yang berada di bawah naungan PT Suplaindo Sukses Sejahtera. Ketiga rumah produksi itu juga dipastikan tidak mempunyai izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

“PT Suplaindo Sukses Sejahtera belum memiliki legalitas dan ijin edar BPOM terkait produksi dan penjualan produk Gas N2O Merk Whippink,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (15/04/2026).

Brigjen Eko menjelaskan bahwa dari aksi penggerebekan di dua ruko yang berada di Kemayoran, Jakarta Pusat dan Pademangan Jakarta Utara, pihak kepolisian berhasil mengamankan ribuan tabung gas N2O siap edar dengan berbagai varian rasa serta ukuran berat.

Total temuan yang berhasil polisi amankan adalah sebanyak 1.784 tabung berbagai varian dengan berat 640 hingga 5.100 gram. Selain itu, polisi juga menemukan 274 tabung kosong yang siap diisi ulang, mesin pengisi otomatis, mesin press, ribuan nozzle, hingga cairan perasa buah.

“Tim juga menemukan produk gas N2O merk Whippink berbagai varian berat yang sudah siap edar, kardus pengemasan, label plastic pink bertuliskan Whip Pink berbagai varian berat, sticker untuk kemasan produk, Hot Gun serta timbangan,” jelasnya.

Dari penggerebekan tersebut, polisi berhasil mengamankan sembilan orang pekerja yang akan menjadi saksi untuk dimintai keterangan. Mereka adalah Etikasati sebagai admin Whippink, Slamter Triyoni sebagai operator mesin pengisian gas N2O, serta Sulton dan Suprastyo sebagai petugas packing.

Selain itu, polisi juga mengamankan beberapa saksi lain, yaitu Asep Saprijal selaku pengawas produk, Sugiyo sebagai petugas gudang, Nanang Hendrik sebagai driver pengiriman, serta Ali Ramdani dan Pendi yang bertugas sebagai karyawan percetakan.

“Diketahui bahwa yang mengatur jalannya operasi dari rekrutmen karyawan, pelaporan hasil produksi adalah saudara Sanjaya,” katanya.

Menariknya, dalam kurun waktu lima bulan terakhir, bisnis Whippink ilegal ini mampu meraup keuntungan hingga Rp21,3 miliar. Bahkan, pada bulan Desember saja, omzet penjualan bisa mencapai Rp7,1 miliar, dengan rata-rata pendapatan bulanan berkisar antara Rp2 miliar hingga Rp5 miliar.

Untuk sistem penjualannya, admin bertugas mengatur pengiriman dengan menghubungi gudang terdekat dari pembeli. Selanjutnya, mereka memesan layanan ojek online untuk mengambil barang dari gudang tersebut dan mengantarkannya ke konsumen.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news detaktribe.com.