Detak Tribe – PT Bank SeaBank Indonesia menunjukkan komitmennya dalam mendukung kemajuan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lewat peluncuran platform edukasi bernama UMKM Pintar. Platform ini hadir sebagai ruang belajar online yang bisa diakses secara gratis, dan dirancang khusus untuk membantu para pelaku UMKM.
Dalam UMKM Pintar, tersedia tiga jenjang materi pembelajaran yang disusun secara bertahap. Untuk tingkat dasar, peserta akan dibekali pemahaman seputar dunia perbankan.
Pembekalan tersebut meliputi bagaimana bank bisa mendukung kelangsungan usaha, cara mengenal dan memanfaatkan berbagai produk serta layanan bank sesuai kebutuhan, hingga tips mengelola rekening usaha secara efektif.
Tidak ketinggalan, materi di level dasar juga mencakup cara mengenali dan menghindari berbagai bentuk kejahatan digital yang kian marak terjadi.
Naik ke tingkat menengah, materi yang disajikan berfokus pada pencatatan keuangan dasar. Di sini, peserta akan belajar menyusun pembukuan sederhana, membuat laporan keuangan usaha, mengukur kesehatan finansial, menganalisis laporan keuangan, serta memahami urusan pajak dan kepatuhan usaha.
Sementara di level lanjutan, materi yang diajarkan bergeser ke ranah strategi penjualan yang lebih tepat sasaran. Wakil Direktur Utama SeaBank, Junedy Liu, menyampaikan bahwa inisiatif ini lahir dari kesadaran betapa besarnya kontribusi UMKM bagi perekonomian dan kehidupan masyarakat Indonesia.
“UMKM adalah tulang punggung ekonomi RI, banyak lapangan kerja tercipta dari UMKM, banyak keluarga dihidupi UMKM,” ujarnya di Jakarta, Kamis (26/03/2026).
Meski perannya begitu vital, Junedy mengakui bahwa UMKM di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan. Salah satu yang paling menonjol dan berhasil diidentifikasi SeaBank adalah masih rendahnya tingkat literasi keuangan di kalangan pelaku usaha kecil.
“Kami pelajari banyak UMKM mengalami kendala dalam mengelola keuangan dan melakukan pembukuan finansial dengan baik. Padahal, dalam bangun bisnis sehat berkelanjutan dua hal itu penting. Bagaimana mengelola cash flow, utang dan bagaimana melakukan pembukuan baik agar bisa dapat akses pembiayaan dari bank. Ini yang mendorong kami melaksanakan UMKM Pintar,” jelasnya.
Di luar materi pembelajaran, platform ini juga dilengkapi dengan fitur Kalkulator Pintar. Alat bantu ini memungkinkan pelaku UMKM untuk mengukur sendiri kesehatan finansial usaha mereka, sekaligus menjadi acuan dalam mengambil keputusan, termasuk menentukan harga pokok penjualan produk yang akan mereka pasarkan.
Junedy berharap kehadiran Platform UMKM Pintar yang praktis dan tanpa biaya ini bisa benar-benar dirasakan manfaatnya oleh para pelaku usaha dalam mengembangkan bisnis mereka.
“Supaya mereka tidak tertinggal di tengah arus digitalisasi yang luar biasa,” pungkasnya.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news detaktribe.com.












