Politik

UU Polri Direvisi, Pemerintah Ingin Polisi Semakin Dekat dengan Rakyat

25
×

UU Polri Direvisi, Pemerintah Ingin Polisi Semakin Dekat dengan Rakyat

Sebarkan artikel ini
UU Polri Direvisi, Pemerintah Ingin Polisi Semakin Dekat dengan Rakyat
Ilustrasi RUU. (Dok. istimewa).

Detak Tribe – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, menegaskan bahwa pemerintah ingin mendorong Polri menjadi polisi rakyat melalui revisi Undang-Undang (UU) Polri yang saat ini tengah dibahas di DPR.

“Ya ada beberapa ya (atensi soal RUU Polri). Terutama tentang bagaimana institusi Polri harus menjadi polisi rakyat, polisi pelindung rakyat gitu,” ujar Prasetyo di Kompleks DPR, Jakarta, Sabtu (06/06/2026).

Menurut Prasetyo, pemerintah menginginkan agar substansi yang direvisi dalam UU Polri semakin memperkuat pelayanan kepada masyarakat. Dengan adanya revisi tersebut, Polri diharapkan semakin dicintai masyarakat serta mampu menjalankan perannya sebagai pengayom dan pelindung rakyat.

“Jadi lebih kepada substansinya di situ, bagaimana memperkuat institusi Polri untuk menjalankan tugas dan fungsinya sebagai pengayom masyarakat, sebagai pelindung masyarakat, sebagai polisinya rakyat, polisi yang dicintai oleh rakyat,” tuturnya.

Selain itu, Prasetyo berharap Polri juga mampu menjaga ketertiban masyarakat serta menangani berbagai persoalan, mulai dari penyelundupan hingga narkoba. Menurutnya, aspek ketertiban masyarakat turut berpengaruh terhadap kondisi perekonomian nasional.

“Ini di luar isu atau masalah nilai tukar rupiah, ini juga bukan sesuatu yang sepele. Masalah penyelundupan itu akan memengaruhi ekonomi kita. Kalau yang diselundupkan itu adalah barang-barang yang dapat mengganggu sektor ekonomi riil masyarakat gitu,” kata Prasetyo.

Politikus Partai Gerindra itu mencontohkan, apabila aparat penegak hukum tidak mampu mencegah praktik penyelundupan, maka hal tersebut dapat mengganggu industri garmen dalam negeri.

“Kemudian narkoba. Kalau kita tidak mampu memberantas narkoba, baik yang masuk, diselundupkan ataupun yang diproduksi dengan sekarang makin canggih modusnya makin modern ya itu akan merusak generasi muda kita ke depan gitu,” ujar Prasetyo.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news detaktribe.com.