Kesehatan

Virus Andes Merebak di MV Hondius, WHO Sebut Risiko Global Masih Rendah

30
×

Virus Andes Merebak di MV Hondius, WHO Sebut Risiko Global Masih Rendah

Sebarkan artikel ini
Virus Andes Merebak di MV Hondius, WHO Sebut Risiko Global Masih Rendah
Ilustrasi virus. (pexels.com/Monstera Production).

Detak Tribe – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengonfirmasi wabah virus Andes di atas kapal pesiar MV Hondius yang kini tengah berlayar menuju Kepulauan Canary. Dari delapan kasus yang dilaporkan, lima di antaranya sudah terkonfirmasi secara laboratorium, tiga sisanya masih berstatus suspek, dan tiga orang dilaporkan meninggal dunia.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menyampaikan hal itu dalam konferensi pers daring. Ia menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada penumpang maupun awak kapal lain yang menunjukkan gejala baru.

Meski demikian, WHO menyebut ada laporan soal sejumlah orang yang mengalami gejala dan diduga pernah kontak dengan salah satu penumpang yang terinfeksi. Seluruh kasus terus dipantau ketat oleh otoritas berwenang.

Virus Andes adalah jenis hantavirus langka yang terutama ditemukan di kawasan Amerika Selatan. Virus ini umumnya ditularkan melalui hewan pengerat, namun memiliki keistimewaan dibanding hantavirus lainnya karena bisa menular antarmanusia secara terbatas.

Berdasarkan wabah-wabah sebelumnya, penularan dari orang ke orang biasanya butuh kontak dekat dan dalam jangka waktu cukup lama. Penularan paling sering terjadi di antara anggota keluarga yang tinggal serumah atau tenaga kesehatan yang merawat pasien.

Tedros juga mengingatkan bahwa masa inkubasi virus ini bisa mencapai enam pekan, sehingga kemungkinan masih akan ada kasus-kasus baru yang muncul ke depannya. Kendati demikian, WHO menilai risiko kesehatan masyarakat secara keseluruhan masih dalam kategori rendah.

Di atas kapal, manajemen telah menginstruksikan seluruh penumpang untuk sementara tetap berada di kabin masing-masing selama proses disinfeksi berlangsung. Siapa pun yang menunjukkan gejala akan langsung diisolasi.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news detaktribe.com.