Kesehatan

Wabah Ebola Meluas di Afrika, Amerika Langsung Ambil Langkah Darurat

38
×

Wabah Ebola Meluas di Afrika, Amerika Langsung Ambil Langkah Darurat

Sebarkan artikel ini
Wabah Ebola Meluas di Afrika, Amerika Langsung Ambil Langkah Darurat
Ilustrasi virus Ebola. (Getty Images/iStockphoto/Manjurul).

Detak Tribe – Amerika Serikat langsung mengambil tindakan serius merespons meluasnya wabah Ebola di Afrika. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS atu CDC mengumumkan serangkaian langkah pencegahan.

Langkah pencegahan itu mulai dari memperketat pemeriksaan penumpang pesawat yang datang dari wilayah terdampak, hingga menangguhkan sementara layanan visa bagi pemegang paspor non-AS yang punya riwayat perjalanan ke daerah wabah dalam 21 hari terakhir.

Langkah ini bukan tanpa alasan. WHO baru-baru ini resmi menetapkan wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo (DRC) sebagai keadaan darurat kesehatan internasional, menyusul puluhan korban jiwa yang sudah berjatuhan di sana.

Situasi ini semakin serius saat seorang warga Amerika di DRC dilaporkan sudah terinfeksi virus Ebola. Manajer insiden respons Ebola dari CDC, Satish Pillai, mengonfirmasi hal ini dalam keterangan yang dilansir AFP, Selasa (19/05/2026).

Menurutnya, orang tersebut mulai merasakan gejala sejak akhir pekan lalu dan hasil tesnya baru keluar positif pada Minggu malam. Penularan diduga terjadi terkait aktivitas pekerjaannya di sana. Saat ini sedang diupayakan pemindahan orang tersebut ke Jerman untuk mendapat penanganan medis lebih lanjut.

Tak hanya itu, enam orang lainnya juga sedang dalam proses evakuasi untuk dipantau kondisi kesehatannya. Diketahui, ada sekitar 25 staf AS yang bertugas di kantor lapangan di DRC, dan CDC tengah memenuhi permintaan pengiriman koordinator teknis senior tambahan ke sana.

Soal pembatasan masuk, CDC menegaskan aturan berlaku bagi siapa saja pemegang paspor non-AS yang dalam 21 hari terakhir mengunjungi Uganda, DRC, atau Sudan Selatan.

Sementara itu, Kedutaan Besar AS di Kampala, Uganda, sudah lebih dulu bergerak dengan menghentikan sementara seluruh layanan visa dan memberitahu para pelamar yang terdampak.

Meski begitu, CDC menyatakan risiko langsung terhadap masyarakat umum AS saat ini masih tergolong rendah. “Kami akan terus mengevaluasi situasi yang berkembang dan dapat menyesuaikan langkah-langkah kesehatan masyarakat seiring tersedianya informasi tambahan,” bunyi pernyataan resmi CDC.

Presiden Donald Trump pun angkat bicara soal ini. Ia mengaku khawatir dengan perkembangan wabah tersebut, namun tetap menilai situasinya belum mengancam AS secara langsung. “Saya pikir saat ini wabah tersebut masih terbatas di Afrika,” ujarnya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news detaktribe.com.