Detak Tribe – Penerbit Detak Pustaka akan menggelar webinar bertema “Story to Screen: Dari Wattpad hingga Adaptasi Film” pada Sabtu, 18 Juli 2026, pukul 15.00 WIB secara daring melalui Google Meet. Dalam webinar ini, novelis Wulan Fadila Fatia atau Wulanfadi, akan hadir sebagai narasumber.
Dalam kesempatan tersebut, Wulanfadi akan berbagi pengalaman merintis karier menulis melalui platform Wattpad kepada para pelajar, mahasiswa, penulis pemula, komunitas literasi, pendidik, hingga masyarakat umum.
Mengenal Wulanfadi
Sosok yang akan berbagi cerita dalam webinar ini bukanlah nama baru di dunia kepenulisan. Perjalanan Wulan sebagai penulis justru bermula dari kebiasaan gemar membaca. Saat mencari bahan bacaan gratis di internet, ia menemukan Wattpad, platform yang mempertemukan penulis dan pembaca lewat cerita.
Awalnya ia hanya berperan sebagai pembaca, namun setelah menamatkan banyak karya orang lain, tumbuh keinginan untuk mencoba menulis sendiri, dan dari titik itulah ia memulai kariernya.
Kini, lebih dari satu dekade berlalu sejak langkah pertama itu. Akun Wattpad-nya, @wulanfadi, telah mempunyai 297 ribu pengikut dengan puluhan cerita yang telah ia publikasikan.
Tiga di antara dua belas karyanya bahkan telah diangkat ke layar lebar, termasuk A: Aku, Benci, dan Cinta, R: Raja, Ratu, dan Rahasia, serta Matt & Mou. Capaian tersebut sejalan dengan tema besar webinar kali ini, tentang perjalanan dari Wattpad menuju adaptasi film.
Menemukan Ide di Tengah Lautan Cerita
Salah satu tantangan besar menulis di platform seperti Wattpad adalah bagaimana menciptakan cerita yang terasa segar, padahal tema serupa sudah banyak beredar.
Menurut Wulan, sebenarnya tidak ada rumus khusus untuk menemukan ide yang benar-benar baru. Baginya, semakin sering seseorang membaca, semakin ia memahami pola dalam sebuah cerita. Dari pola itulah, penulis bisa memodifikasinya sesuai gaya dan kekhasan masing-masing.
Ia juga menekankan bahwa ide segar terkadang justru muncul saat tidak sedang memikirkannya secara sengaja. Menurutnya, penulis tidak perlu terlalu terpaku pada keinginan untuk tampil berbeda dari yang lain. Justru, akan lebih baik jika sebuah cerita terasa familiar, namun tetap membawa sentuhan khas yang membedakannya.
Menjaga Konsistensi di Tengah Dinamika Hidup
Konsistensi menulis menjadi tantangan tersendiri yang cukup berat bagi Wulan, terutama karena dinamika hidup yang naik turun.
Ia menjelaskan bahwa ketika masih remaja, tanggung jawab kehidupan sebagian besar masih berada di tangan orang tua. Namun begitu dewasa, semua tanggung jawab itu beralih sepenuhnya kepada diri sendiri. Pada masa-masa ketika kehidupan menuntut perhatian ekstra, menulis pun terasa membutuhkan tenaga lebih.
Cara Wulan mengatasinya adalah dengan tidak memaksakan diri menulis saat fokusnya sedang tidak berada di titik tersebut. Ia meyakini bahwa setiap kegiatan memiliki waktunya masing-masing. Begitu kehidupan kembali berjalan normal, di situlah ia bisa bernapas dan mulai menulis lagi.
Membangun Kedekatan dengan Pembaca
Membangun basis pembaca yang loyal juga menjadi bagian penting dari perjalanan menulis Wulan. Ia aktif membagikan karyanya secara daring di Wattpad sebagai langkah awal memperkenalkan tulisannya.
Namun menurutnya, dikenal hanyalah permulaan, karena yang membuat pembaca bertahan adalah karakter dan cerita yang mereka temui setelahnya.
Wulan terbiasa mengucapkan terima kasih kepada para pembaca, bertukar pesan dengan mereka, serta membagikan informasi terbaru tentang karya-karyanya melalui media sosial. Ia bahkan pernah mengadakan giveaway novel dan lomba menulis cerpen sebagai bentuk interaksi lebih dekat dengan komunitas pembacanya.
Peran Branding dan Media Sosial
Terkait pengaruh branding dan promosi terhadap kariernya, Wulan mengakui hal tersebut sangat berpengaruh. Ia menyebutkan bahwa karyanya semakin terkenal luas justru setelah ia mulai mengunggahnya di media sosial. Cara tersebut mampu memperluas jangkauan pembaca di luar platform Wattpad itu sendiri.
Pesan untuk Penulis Pemula
Bagi penulis pemula yang bermimpi karyanya suatu hari diadaptasi menjadi film, Wulan berpesan agar tetap menulis meskipun hasilnya belum terlihat.
Menurutnya, yang penting adalah terus berusaha menjadi lebih baik daripada tulisan sebelumnya. Ia juga mengingatkan pentingnya menulis dengan perasaan lapang, lepas dari ekspektasi apa pun, dan yang terpenting, menulis dengan bahagia.
Untuk peserta webinar yang masih ragu memulai langkah pertama, Wulan menegaskan bahwa keraguan itu sejatinya hanya ada di dalam kepala masing-masing.
Ia mendorong siapa pun untuk mulai menulis meski merasa belum sehebat penulis populer yang sudah terkenal. Bahkan, bagi mereka yang merasa sudah terlambat untuk memulai, menurut Wulan, justru itulah waktu yang paling tepat untuk mencoba.
“Bahkan bila kamu merasa kamu sudah terlambat untuk menulis, aku rasa inilah saat yang paling tepat untuk memulainya.,” pungkasnya.
Jika kamu adalah penulis pemula maupun berpengalaman yang ingin meraih mimpi seperti Wulanfadi, webinar Detak Pustaka ini bisa jadi jawaban. Ayo jangan sampai terlewat. Daftar webinarnya sekarang melalui tautan berikut ini: Webinar Detak Pustaka.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news detaktribe.com.











