Detak Tribe – Xi’an Jiaotong-Liverpool University (XJTLU) asal Tiongkok bersama Charoen Pokphand Group (CP Group) dari Thailand resmi membuka XJTLU Syntegrative Education Centre di Thailand, Senin (06/04/2026).
Bertempat di Bangkok, pusat pendidikan ini hadir untuk membawa model inovasi pendidikan XJTLU ke Thailand lewat program micro-credential yang singkat dan fleksibel, dengan fokus pada pengembangan sumber daya manusia. Selain itu, fasilitas ini juga akan menjadi wadah berbagai proyek riset dan pengembangan yang dikerjakan bersama CP Group.
Kolaborasi ini mempertemukan dua nama besar, yakni XJTLU yang merupakan universitas kerja sama Tiongkok-luar negeri terbesar di Tiongkok, dengan CP Group yang dikenal sebagai salah satu konglomerat bisnis terbesar dan paling beragam di dunia.
Yang membedakan program ini dari pendidikan konvensional, mahasiswa tidak hanya belajar lewat model pendidikan inovatif XJTLU, tetapi juga langsung terjun menghadapi praktik dan tantangan nyata dari dunia industri bersama CP Group.
Acara peresmian berlangsung dengan sambutan dari dua tokoh utama, yaitu Profesor Xiaojun Zhang selaku Chief Officer of Education XJTLU, dan Dr. Teerapon Tanomsakyut yang menjabat Chief of Sustainability and Strategic Development Officer di CP Group.
Dalam pidatonya, Profesor Zhang mengungkap bahwa hubungan XJTLU dan CP Group sebenarnya sudah terjalin cukup lama.
“Kini, mahasiswa kami mengerjakan proyek nyata dari CP Group sebagai bagian dari pembelajaran, dan sejumlah lulusan XJTLU juga telah bergabung dengan perusahaan tersebut,” katanya.
Sementara itu, Dr. Tanomsakyut menegaskan bahwa sinergi antara dunia bisnis dan akademik ini akan mendorong lahirnya sistem pendidikan yang lebih peka terhadap kebutuhan industri yang terus berkembang.
Usai prosesi peresmian dan penandatanganan nota kesepahaman, Profesor Youmin Xi selaku Executive President XJTLU turut memberikan wawancara eksklusif soal masa depan pendidikan.
Ia menyampaikan bahwa langkah ini mencerminkan tekad XJTLU untuk merancang ulang wajah pendidikan ke depan, membangun ekosistem belajar yang terbuka, saling terhubung, dan inovatif, agar setiap individu maupun organisasi siap menghadapi perubahan yang makin cepat, menggali potensi, serta menciptakan nilai bersama.
Fasilitas di Bangkok ini akan menawarkan berbagai kursus singkat dan pelatihan dengan format hybrid. Format ini akan memadukan sesi tatap muka berbasis studio dan pembelajaran berbasis proyek secara daring.
Menyasar para pelajar jangka panjang, jadwal yang tersedia pun dirancang fleksibel, meliputi kelas malam, akhir pekan, hingga periode libur sekolah. Dengan begitu, baik mahasiswa maupun para profesional tetap bisa terus belajar tanpa harus mengorbankan studi atau pekerjaan mereka.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news detaktribe.com.












