Budaya

Yadnya Kasada 2026 Jadi Momentum Pelestarian Budaya Tengger di Probolinggo

17
×

Yadnya Kasada 2026 Jadi Momentum Pelestarian Budaya Tengger di Probolinggo

Sebarkan artikel ini
Yadnya Kasada 2026 Jadi Momentum Pelestarian Budaya Tengger di Probolinggo
Rangkaian Yadnya Kasada yang dilaksanakan warga Suku Tengger, Jumat (29/05/2026). (ANTARA/HO-Diskominfo Kabupaten Probolinggo).

Detak Tribe – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo menyebut bahwa Perayaan Yadnya Kasada 2026 sebagai momen penting untuk memperkuat pelestarian budaya masyarakat Tengger.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) Kabupaten Probolinggo, Akhmad Arief Hermawan CM, menegaskan bahwa Yadnya Kasada bukan sekadar tradisi biasa.

Menurutnya, upacara ini adalah warisan budaya sekaligus tradisi spiritual masyarakat Tengger yang sarat nilai luhur dan wajib terus dijaga keberlangsungannya.

“Yadnya Kasada merupakan salah satu warisan budaya dan tradisi spiritual masyarakat Tengger yang memiliki nilai luhur serta harus terus dilestarikan,” ujarnya, Sabtu (30/05/2026).

Arief menjelaskan, Yadnya Kasada terdiri dari dua rangkaian kegiatan. Pertama, kegiatan inti berupa ritual keagamaan masyarakat Tengger sebagai wujud korban suci. Kedua, kegiatan pendukung yang bertujuan memperkuat pelestarian budaya sekaligus memperkenalkan kekayaan tradisi kepada khalayak yang lebih luas.

Setelah pelaksanaan Mendak Tirta dan Atur Suguh pada Jumat (29/05/2026), rangkaian ritual dijadwalkan berlanjut dengan Pawedalan Pura Luhur Poten, sebelum akhirnya memasuki puncak Yadnya Kasada pada Senin dini hari, 1 Juni 2026.

“Rangkaian ritual itu bukan hanya memiliki makna spiritual bagi masyarakat Tengger, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menjaga identitas budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun. Oleh karena itu, keberlangsungannya harus terus dijaga dan didukung bersama,” katanya.

Tak hanya ritual keagamaan, Yadnya Kasada 2026 juga dimeriahkan sejumlah kegiatan pendukung. Salah satunya adalah resepsi budaya sekaligus pengukuhan lima tokoh sebagai warga kehormatan sesepuh Tengger, yang rencananya digelar di Pendopo Agung Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, pada 31 Mei 2026.

Lima tokoh yang akan dikukuhkan adalah Kapolres Probolinggo, Kapolres Probolinggo Kota, Dandim 0820 Probolinggo, Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Probolinggo, dan Danyon TP 836/Brahma Yodha.

Menurut Arief, pengukuhan ini merupakan bentuk penghargaan kepada para tokoh yang selama ini memberikan perhatian serta dukungan nyata terhadap pelestarian budaya dan kehidupan masyarakat Tengger.

“Itu menjadi simbol kuatnya sinergi antara masyarakat adat dengan berbagai unsur pemerintah dan aparat,” ujarnya.

Upaya menjaga tradisi Tengger rupanya tidak berhenti di lingkup ritual dan seremonial saja. Arief mengungkapkan, Disdikdaya Kabupaten Probolinggo menggandeng Universitas Negeri Yogyakarta untuk menggelar workshop dan pendampingan pembelajaran berbasis budaya lokal.

Kegiatan yang menyasar guru dan kepala sekolah SD maupun SMP ini dijadwalkan berlangsung pada 3 Juni 2026 di SMPN 1 Sukapura.

“Kami ingin memperkuat peran sekolah dalam menanamkan nilai-nilai budaya lokal kepada peserta didik dengan harapan generasi muda tidak hanya mengenal budaya Tengger, tetapi juga memiliki rasa bangga dan tanggung jawab untuk menjaga serta melestarikannya di masa depan,” pungkas Arief.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news detaktribe.com.