Kesehatan

Menkes: Jumlah Kasus Kanker di Indonesia Terus Meningkat

×

Menkes: Jumlah Kasus Kanker di Indonesia Terus Meningkat

Sebarkan artikel ini
Menkes: Jumlah Kasus Kanker di Indonesia Terus Meningkat
Ilustrasi penyakit kanker. Foto: Shutterstock

Detak Tribe – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan kekhawatiran atas peningkatan jumlah kasus kanker di Indonesia. Menurutnya, tidak hanya jumlah kasus baru yang meningkat, tetapi juga kasus kematian akibat kanker.

Hal itu ia sampaikan dalam acara peringatan Hari Kanker Sedunia 2024 di RS Kanker Dharmais Jakarta Barat, Jum’at (16/02/2024). Menkes Budi mengungkapkan bahwa jumlah kasus baru kanker mencapai 408 ribu setiap tahun, dengan 242 ribu di antaranya berujung pada kematian.

Menkes Budi menggarisbawahi pentingnya skrining dini sebagai langkah krusial dalam menangani masalah kanker. Dengan deteksi dini, penanganan penyakit kanker dapat dilakukan lebih efektif, mengurangi risiko keparahan penyakit dan meningkatkan peluang kesembuhan.

“Masyarakat perlu sadar akan pentingnya pemeriksaan dini agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin,” ucap Menkes Budi.

Namun, beliau juga menyadari bahwa masih banyak masyarakat yang takut untuk melakukan skrining. Banyak yang merasa takut untuk melakukan pemeriksaan dini karena menganggapnya sebagai pengalaman yang mengerikan.

“Persepsi yang salah perlu diluruskan melalui edukasi masif agar masyarakat tidak takut untuk melakukan pemeriksaan dini,” jelasnya.

Salah satu langkah yang diusulkan adalah melibatkan influencer yang peduli terhadap penyakit kanker. Menurutnya, penggunaan media sosial menjadi sarana efektif untuk menyebarkan informasi tersebut.

“Dengan melibatkan influencer dengan jumlah pengikut terbanyak di media sosial, diharapkan pesan tentang pentingnya skrining dapat tersampaikan secara luas,” katanya.

Menkes Budi juga menyoroti perubahan dalam pendekatan edukasi saat ini. “Zaman sekarang, edukasi sudah berbeda. Orang-orang lebih banyak melihat handphone, sehingga promosi melalui media sosial menjadi sangat relevan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *