Budaya

PPI Nagoya Meriahkan One Asia World, Bawa Semangat untuk Kontingen Indonesia

21
×

PPI Nagoya Meriahkan One Asia World, Bawa Semangat untuk Kontingen Indonesia

Sebarkan artikel ini
PPI Nagoya Meriahkan One Asia World, Bawa Semangat untuk Kontingen Indonesia
PPI Nagoya meriahkan One Asia World. (Dok. KBRI Tokyo).

Detak Tribe – Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Nagoya bersama Sekolah Bhinneka Nagoya memeriahkan festival One Asia World. Kegiatan kebudayaan antarbangsa yang diselenggarakan Pemerintah Kota Nagoya itu berlangsung meriah pada Sabtu, 19 September 2026.

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo mengapresiasi dukungan Warga Negara Indonesia (WNI) terhadap kontingen Indonesia yang berlaga di Asian Games 2026. Dukungan tersebut ditunjukkan masyarakat perantauan Indonesia di Jepang melalui pertunjukan seni tradisional yang digelar di Kota Nagoya.

Koordinator Fungsi Penerangan Sosial Budaya KBRI Tokyo, Muhammad Al Aula, mengapresiasi semangat diaspora Indonesia dalam memberikan dukungan kepada kontingen Tanah Air.

“Salut dengan semangat warga Indonesia yang berupaya semaksimal mungkin memberikan dukungan bagi Kontingen Indonesia untuk Asian Games Aichi-Nagoya 2026,” kata Muhammad Al Aula, dikutip dari RRI.co.id, Minggu, 20 September 2026.

Dalam festival tersebut, PPI Nagoya menampilkan enam tarian tradisional, di antaranya Sinanggar Tulo, Jaipong, Wonderland Indonesia, serta tarian Aceh. Penampilan tersebut berhasil menarik perhatian ribuan penonton dari masyarakat Jepang yang memadati area pertunjukan.

Ketua PPI Nagoya, Flady Faliyenco Franggaratz Abubakar Pae, menegaskan pentingnya diplomasi budaya Indonesia di kancah internasional. Pertunjukan kebudayaan daerah itu dipusatkan di panggung terbuka yang berada di sekitar kawasan Stadion Paloma Mizuho, Nagoya.

“Kami harap melalui pengenalan budaya Indonesia ini dapat membakar semangat atlet Indonesia dalam ajang Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Semoga kontingen Indonesia bisa membawa pulang banyak medali,” katanya.

Festival One Asia World juga menghadirkan berbagai kesenian tradisional dan kuliner dari sejumlah negara. Salah satu yang ikut tampil adalah Sanggar Bestari Nusantara Nagoya. Para penari sanggar tersebut menjalani latihan intensif selama tiga bulan untuk mempersiapkan penampilan tarian Aceh.

Perwakilan penari Sanggar Bestari Nusantara Nagoya, Fadilah Asril, mengaku senang setelah tampil di panggung festival. Tarian Ratoh Jaroe asal Aceh dibawakan secara serasi oleh para penari perempuan yang mengenakan busana adat tradisional.

“Senang sekali kami bisa tampil memeriahkan ajang Asian Games ini. Sukses buat teman-teman atlet. Selamat berjuang untuk Merah Putih,” ujar Fadilah.

Dukungan melalui kegiatan kebudayaan tersebut turut mempererat rasa persaudaraan di antara seluruh elemen masyarakat Indonesia yang berada di perantauan Jepang. Semangat kebersamaan diaspora Indonesia itu diharapkan dapat ikut memompa daya juang para atlet nasional yang tengah bertanding di arena Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news detaktribe.com.