Budaya

Semarak Merdeka 2026 di Ciganjur, Prakarsa Warga Dorong Penguatan Ruang Publik

32
×

Semarak Merdeka 2026 di Ciganjur, Prakarsa Warga Dorong Penguatan Ruang Publik

Sebarkan artikel ini
Semarak Merdeka 2026 di Ciganjur, Prakarsa Warga Dorong Penguatan Ruang Publik
Prakarsa Warga gelar Semarak Merdeka 2026 di Ciganjur. (ANTARA/HO-Prakarsa Warga).

Detak Tribe – Organisasi yang berfokus pada penguatan partisipasi warga, Prakarsa Warga, menggelar pentas seni dan budaya bertajuk Semarak Merdeka 2026 di Balai Warga Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Jumat (21/08/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia di Jakarta. Presidium Prakarsa Warga, La Ode Basir, mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum untuk menegaskan pentingnya ruang publik dalam kehidupan kebudayaan di Jakarta.

“Ini momentum untuk menegaskan pentingnya ruang publik bagi kehidupan kebudayaan di Jakarta,” kata La Ode Basir di Jakarta, Sabtu (22/08/2026).

Menurut La Ode, keberadaan ruang seperti Balai Warga Ciganjur menunjukkan bahwa kehidupan kebudayaan dapat tumbuh dari tempat-tempat yang dekat dengan masyarakat.

“Bagi kami, merawat ruang kota berarti juga merawat kehidupan warga di dalamnya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, ketika warga memiliki ruang untuk bertemu, berkesenian, dan berkreasi, kebudayaan tidak hanya berhenti sebagai tontonan. Lebih dari itu, kebudayaan dapat tumbuh menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat.

Sementara itu, Presidium Prakarsa Warga, Lukman Hakim Piliang, mengatakan Balai Warga Ciganjur menjadi contoh bagaimana sebuah tempat yang berada dekat dengan kehidupan masyarakat dapat memiliki fungsi yang lebih luas.

Selain digunakan sebagai tempat warga berkumpul, balai tersebut juga dihidupkan oleh berbagai komunitas melalui kegiatan seni dan kreativitas, mulai dari tari, gambang kromong, hingga musik kontemporer.

Menurut Lukman, pemanfaatan ruang publik berbasis akar rumput tersebut menjadi pijakan penting dalam menyongsong perjalanan Jakarta menuju usia 500 tahun.

Dalam konteks perkembangan Jakarta menuju kota global, keberadaan tempat-tempat perjumpaan seperti Balai Warga dinilai penting untuk memastikan modernisasi kota tetap berjalan beriringan dengan pemajuan kebudayaan.

“Kami mengapresiasi komitmen Gubernur dan jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk terus mendukung hadirnya ruang-ruang perjumpaan seperti ini, agar pembangunan kota global tidak melupakan akar kebudayaan warganya,” kata Lukman.

Perayaan Semarak Merdeka 2026 tersebut turut diisi dengan pagelaran musik dan tari, orasi budaya oleh Anggota Dewan Kesenian Jakarta Lambertus Berto Tukan, serta berbagai pertunjukan kreasi dari komunitas.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan pemotongan tumpeng Merah Putih sebagai simbol rasa syukur sekaligus semangat kebersamaan dalam memperingati kemerdekaan Indonesia.

Lebih dari 200 peserta hadir dalam kegiatan tersebut. Mereka terdiri atas warga, tokoh agama dan budaya, komunitas seni, serta pengurus Prakarsa Warga se-DKI Jakarta.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news detaktribe.com.