Iklan IDK
Iklan IDK
Budaya

Menelusuri Jejak Sejarah di Candi Borobudur

×

Menelusuri Jejak Sejarah di Candi Borobudur

Sebarkan artikel ini
Menelusuri Jejak Sejarah di Candi Borobudur
Menelusuri Jejak Sejarah di Candi Borobudur. Foto: Wikimedia Commons

Detak Tribe – Candi Borobudur, mahakarya arsitektur yang megah, bukan hanya sebuah tempat wisata yang indah, tetapi juga jendela sejarah yang membawa kita kembali ke masa kejayaan peradaban Buddha di Jawa. Di balik batu-batu andesit yang tersusun rapi, terukir kisah-kisah masa lampau yang menanti untuk ditelusuri.

Dibangun pada abad ke-8 dan ke-9 Masehi, Candi Borobudur merupakan candi Buddha terbesar di dunia. Candi ini diperkirakan didirikan pada masa pemerintahan Dinasti Syailendra, sebuah kerajaan bercorak Buddha yang berkuasa di Jawa Tengah. Pembangunannya memakan waktu puluhan tahun, dan baru selesai pada masa Raja Samaratungga dari Kerajaan Mataram Kuno.

Dibangun pada masa kejayaan Dinasti Syailendra, Candi Borobudur menjadi bukti kehebatan arsitektur dan teknologi pada masa itu. Candi ini sempat terkubur selama berabad-abad sebelum ditemukan kembali oleh Sir Thomas Stamford Raffles pada tahun 1814. Sejak saat itu, Candi Borobudur menjadi salah satu situs arkeologi terpenting di dunia.

Candi Borobudur memiliki struktur yang unik, dengan enam teras berbentuk bujur sangkar dan tiga pelataran melingkar. Relief-relief yang terukir di dinding candi menceritakan kisah-kisah tentang kehidupan Buddha dan ajarannya. .

Setiap relief di Candi Borobudur memiliki makna filosofis yang mendalam. Relief Jataka menceritakan kisah-kisah kehidupan lampau Buddha Gautama, sedangkan Avadana menceritakan kisah para Bodhisattva yang mendedikasikan hidup mereka untuk membantu orang lain. Arca Buddha di setiap tingkatan melambangkan tahapan pencerahan dalam perjalanan spiritual.

Struktur Candi Borobudur pun sarat makna. Bentuk candi yang menyerupai gunung melambangkan kosmologi Hindu-Buddha, dengan tingkatan yang mewakili alam duniawi, alam nirwana, dan alam kemurnian. Stupa-stupa yang mengelilingi candi melambangkan pencerahan sempurna.

Selain Candi Borobudur, terdapat banyak situs sejarah lainnya di sekitar kawasan candi yang patut dikunjungi. Museum Karmawibhangga menyimpan koleksi artefak dan informasi tentang Candi Borobudur. Candi Mendut dan Candi Pawon, yang terletak di dekat Candi Borobudur, juga memiliki nilai sejarah dan arsitektur yang tinggi.

Candi-candi ini merupakan bagian dari kompleks percandian Buddha yang lebih besar, yang menunjukkan bahwa kawasan Borobudur dulunya merupakan pusat agama Buddha yang penting di Jawa.

Mengunjungi Candi Borobudur tidak hanya memberikan pengalaman wisata yang indah, tetapi juga kesempatan untuk belajar tentang sejarah dan budaya Indonesia. Pengunjung dapat mengikuti tur yang dipimpin oleh pemandu wisata yang berpengalaman untuk mendapatkan penjelasan yang lebih mendalam tentang candi dan situs-situs arkeologi di sekitarnya.

Candi Borobudur adalah situs warisan dunia UNESCO yang menyimpan banyak nilai sejarah dan budaya. Menjelajahi Candi Borobudur dan situs-situs arkeologi di sekitarnya adalah cara yang tepat untuk belajar tentang masa lampau dan menghargai warisan budaya bangsa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *