Detak Tribe – Detak Pustaka kembali mengadakan Webinar Author Development dengan tajuk “Satu Tulisan, Berjuta Validasi: Cara Berhenti Mengejar Likes dan Mulai Membangun Arti”. Acara itu akan berlangsung pada Sabtu, 23 Mei 2026, pukul 15.00 WIB melalui platform Google Meet, dan terbuka secara gratis dengan kuota terbatas.
Pembicara Utama
Dalam kesempatan kali ini, Detak Pustaka mengundang Fatimah Zahra sebagai pembicara utama. Fatimah akan berbagi sesuatu yang ia rasakan sendiri, tentang bagaimana jebakan validasi di media sosial bisa menggerus fokus seorang penulis.
“Aku bakalan share pengalaman yang aku alami juga, yaitu tidak terlalu overthinking mengenai likes, komentar, dan hal-hal lain yang ada di media sosial,” tuturnya.
Ia menekankan bahwa terus berkarya dengan tujuan yang jelas akan lebih bermakna. Karya yang punya arti bagi diri sendiri maupun orang lain juga lebih menyentuh, daripada sekadar mengejar angka di layar ponsel.
Pesan itu sejalan dengan semangat yang Detak Pustaka usung dalam webinar ini. Pesan itu adalah mendorong para penulis muda, khususnya dari kalangan mahasiswa, untuk beralih dari mengejar algoritma menuju penciptaan karya yang berdampak nyata.
Topik dalam Webinar
Webinar Author Development ini juga akan membahas topik-topik seperti self-management bagi penulis. Kemudian tentang menulis sebagai media self-healing hingga langkah konkret memulai draf pertama tanpa harus menunggu momen yang sempurna.
Mengenal Fatimah Zahra
Fatimah Zahra merupakan mahasiswa Manajemen SDM Universitas Pamulang yang juga penulis buku Luka yang Terlewatkan. Baginya, menulis bukan sekadar merangkai kata. Menulis adalah proses panjang yang menuntut kejujuran, ketahanan mental, dan keberanian untuk menghadapi diri sendiri.
Perjalanan Fatimah hingga bukunya bisa terbit bukan tanpa rintangan. Salah satu tantangan terbesar yang ia akui adalah soal mood. Kondisi yang kerap menjadi batu sandungan, terutama ketika karya yang ia tulis bersumber dari pengalaman pribadi. Meski begitu, ia berhasil melewati proses tersebut.
“Sekitar 8 sampai 9 bulan rentang prosesnya, dari nol sampai terbit,” ungkapnya.
Rentang waktu hampir setahun itu mencerminkan betapa tidak mudahnya mengolah ingatan dan perasaan menjadi sebuah karya yang layak dibaca orang lain. Namun, justru di situlah nilai dari buku tersebut. Ia lahir dari proses yang sungguh-sungguh, bukan sekadar dorongan tren sesaat.
Bagi siapa pun yang pernah merasa ragu memulai tulisan pertama, atau justru terjebak dalam tekanan validasi digital, Webinar Author Development ini bisa menjadi ruang refleksi yang tepat. Pendaftaran dapat kamu lakukan melalui kode QR yang tersedia di poster resmi atau klik di sini: Daftar Webinar.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news detaktribe.com.











