Detak Tribe – Upaya memperkenalkan kekayaan kuliner Tanah Air di kancah internasional terus dilakukan. Salah satunya melalui langkah yang diambil Duta Besar Republik Indonesia untuk Kamboja, Santo Darmosumanto, yang meluncurkan sertifikat Duta Rasa Nusantara pada Kamis, 19 Februari 2026.
Berdasarkan keterangan yang dimuat di laman resmi Kementerian Luar Negeri RI pada Jumat, 20 Februari 2026, sertifikat tersebut diberikan kepada restoran Indonesia di Kamboja yang dinilai aktif mempromosikan cita rasa autentik Nusantara.
Penilaian dilakukan berdasarkan konsistensi penyajian menu khas Indonesia dengan resep asli serta peran mereka dalam mengenalkan kuliner Indonesia kepada masyarakat luas.
Dalam sambutannya, Dubes Santo menegaskan bahwa penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi terhadap kontribusi restoran-restoran Indonesia di Kamboja.
“Duta Rasa Nusantara adalah pengakuan terhadap peran penting restoran-restoran Indonesia dalam memperkenalkan kuliner Indonesia kepada masyarakat lokal dan warga negara asing di Kamboja,” ujarnya.
Restoran Somatera yang berlokasi di Phnom Penh menjadi penerima perdana sertifikat tersebut. Restoran milik Markus Dwinanta itu dinilai konsisten menghadirkan beragam hidangan khas Indonesia selama hampir 17 tahun. Kehadirannya tak hanya menjadi tempat menikmati makanan Indonesia, tetapi juga turut memperkuat identitas budaya Indonesia di Kamboja.
Lebih dari sekadar menyajikan makanan, Restoran Somatera juga berkontribusi dalam pengembangan sumber daya manusia setempat. Melalui pelatihan memasak yang diberikan, sejumlah mantan pegawainya kini bahkan telah berhasil membuka usaha kuliner mereka sendiri di Kamboja.
Menurut Dubes Santo, peluncuran sertifikat ini juga selaras dengan langkah pemerintah Kamboja yang tengah mendorong pengembangan industri kuliner halal. Hal ini menjadi relevan mengingat meningkatnya jumlah wisatawan Muslim yang berkunjung ke negara tersebut dalam beberapa tahun terakhir.
KBRI Phnom Penh berharap, kehadiran sertifikat Duta Rasa Nusantara dapat memacu lebih banyak restoran Indonesia untuk terus memperkenalkan kekayaan kuliner Nusantara secara lebih luas. Di sisi lain, inisiatif ini diharapkan mampu mempererat hubungan budaya antara Indonesia dan Kamboja melalui jalur gastrodiplomasi.
Saat ini, sekitar 400 rumah makan Indonesia tercatat tersebar di berbagai wilayah Kamboja, menjadi bukti bahwa cita rasa Nusantara semakin mendapat tempat di hati masyarakat setempat maupun warga asing.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news detaktribe.com.











