Detak Tribe – Persatuan Pelajar Indonesia di Nagoya (PPIJ Nagoya) sukses mengangkat kekayaan kuliner Indonesia ke panggung internasional lewat gelaran talkshow dan workshop tempe. Acara yang digelar di Nagoya University ini dihadiri lebih dari 30 peserta dari berbagai penjuru dunia.
Alvaro Ferreira, yang merupakan seorang pelajar Indonesia tampil sebagai pembicara utama. Ia yang tengah mendalami penelitian soal tempe membuka sesi talkshow dengan memaparkan keunggulan gizi tempe dan potensi besarnya sebagai solusi pangan masa depan.
Pembahasannya tidak berhenti di teori saja. Alvaro juga mengajak peserta menyelami langsung proses fermentasi tempe, mulai dari kedelai mentah sampai jadi tempe yang siap dikonsumsi. Ia bahkan membawa hasil fermentasi tempe buatannya sendiri dari rumah untuk memberikan pemahaman kepada para peserta dari awal hingga akhir.
Agar pengalaman peserta semakin lengkap, acara ini juga menghadirkan demo memasak berbagai olahan tempe. Bahan yang digunakan pun bukan sembarangan.
Tempe yang dipakai merupakan produksi lokal Jepang dari Sariraya Group. Sesi ini menjadi ruang interaktif yang menyenangkan, karena peserta tidak hanya belajar, tetapi juga langsung mencicipi hasil masakannya.
Respons peserta asal Jepang pun sangat hangat. Salah satunya, Chieko Matsuda. Ia mengaku terkesan dengan pengalaman yang didapatkan. Sebelum mengikuti workshop, ia mengaku sudah tahu soal tempe. Namun, ternyata ada banyak hal yang belum ia ketahui.
“Karena makanannya sangat enak! Terima kasih banyak untuk hari ini. Sebelumnya saya sudah tahu soal tempe, tapi hari ini saya belajar bagaimana cara membuat tempe, perbedaan jenis kacang kedelai, hingga energi yang dibutuhkan dibanding daging sapi. Hari ini saya belajar banyak dan bahkan bisa makan tempe yang enak bersama semua orang! Saya jadi fans berat tempe!” ujar Chieko penuh semangat.
Lewat kegiatan seperti ini, tempe tidak lagi sekadar diposisikan sebagai makanan bergizi. Lebih dari itu, tempe menjelma menjadi medium diplomasi budaya. PPIJ Nagoya berharap kolaborasi antara edukasi dan industri semacam ini bisa terus mendorong tempe untuk semakin dikenal dan diapresiasi di mata dunia.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news detaktribe.com.











